Saturday, December 26, 2009

Ontologi Diri
Aku masih terduduk dalam tafakur
Terbentang diatas sajadah hijau itu
Memuji segala asma yang paling tinggi derajatnya
Kesalahan dan dosa melebur dalam khusyuk
Menatap keatap persinggahan
Berjajar dalam guritan logika
Domba berbicara tentang persimpangan
Tentang Tuhan, manusia dan agama
Masih aku pandangi malam ini
Dalam hati bersembunyi
Menutup segala penjuru yang menusukku
Aku biarkan diri ini masuk dalam hidup baru
Jadilah penopang ketika aku akan tergelincir
Aku ingin tetap merasa mesra bersamaMu
Ingin tetap mengecap nikmatnya anugrah cintaMu
Tetapkan aku dalam sebuah lubang, dimana aku harus berdiri
Menghadapi serigala sendiri
Menantang alam menepi
Bercengkrama dengan semua ini
Dosa ini melekat pada keagungan
Mengumpan meneriakkan segala keputusan
Tapi aku ingin belajar
Belajar untuk lebih mencintaiMu
Belajar untuk mengerti tentang apa yang telah engkau takdirkan
Ya Robb, bersandinglah
Agar aku bisa mempersembahkan secawan syukur
Melantunkan bait-bait pada malam ayam berkokok
Sepertiga malam yang telah Kau janjikan
Meremas dosa
Membuang noda
Membersihkan diri
Berharap linangan ini sebagai penghapusnya
Setetes Harapan
Terbuka mata ini, ada selembar cahaya
Terpancar dari sudut yang putih
Itulah awal ketika semua terlahir kembali
Hanya ditemani sebongkah harap
Dan itulah satu-satunya tumpuan yang digenggam

Semuanya berawal dari sini…
Menempuh perjalanan yang begitu panjang
Bersama jerit luka dan canda haru
Betapa malang anak diseberang jalan
Adakah kita harus serupa mereka?

Banyak timbang-timbang yang harus ditimbang
Harus ada koreksi untuk pembenaran
Dan, kemudian dicoret diberi warna merah

Bermula dari satu titik kehidupan
Untuk merenta jalan yang bertingkat
Bagai sebuah tangga, harus melewati beribu anak tangga

Lelah….
Tak sedikit yang harus dihadapi
Dalam kungkungan sebuah doa
Terbentang lambaian bernaung

Atas permadani ini…
Masih bersih, terlipat rapi
Lama tak tersentuh airmata munajatMu
Jaga hati ini agar selalu memegang teguh amanahMu
LIMA SEBAB HATI MEJADI BERCAHAYA
“Pertama, hati akan bersinar dengan kesedihan karena menyesal atas habisnya umur yang sia-sia tanpa amal yang bermanfaat.
Kedua, hati akan bersinar dengan kesedihan karena menyesal atas maksiat yang telah dikerjakan, sehingga hati menjadi takut kalau hal itu akann menghalangi diri dari masuk surga Allah.
Ketiga, hati akan bersinar dengan kesedihan karena menyesal atas tindakan menyia-nyiakan hukumm Allah dengan mengambil alih hukum-hukum buatan manusia.
Keempat, hati akan bersinar dengan kesedihan karena menyesal atas terhinanya kaum Muslimin karena mereka telah dikuasai oleh orang2 kafir.
Kelima, hati akan bersinar dengan kesedihan karena menyesal atas perpecahan yang terjadi di tubuh para ulama dan dai – dai Muslim karena egoisme mereka yang hanya sibuk dengan urusan pribadi daripada memikirkan tujuan dakwah yang lebih utama.”
(Abdul Hamid Al Bilail)

Saturday, December 19, 2009

Kesalahan Tertinggi

Kesalahan Tertinggi
Mengapa Allah menciptakan Neraka?
Sesungguhnya didunia ini ada yang hak dan yang batil, ada baik dan buruk ada kuat dan lemah, ada surga maka ada neraka juga. Surga diciptakan oleh Allah sebagai tempat bagi orang2 yang sempurna di mata Allah dalam artian orang2 yang selalu beriman, bertakwa, beribadah hanya kepada Allah dan selalu menjalankan Perintah Nya dan menjauhi segala larangannya dan bagi mereka yang berbuat demikian surga sebagai imbalanya. Namun ada hal yang tidak boleh kita lupakan dari kaca mata kehidupan kita bahwa kita adalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan,manusia adalah tempat salah dan khilaf, ada berbagai macam esensi dan sanksi bagi manusia yang berbuat baik dan jahat. Itulah kenapa Allah menciptakan neraka. Neraka adalah tempat berkumpulnya semua umat manusia yang berbuat dzalim semasa hidupnya di dunia, orang2 yang tidak beriman, orang2 yang lebih dekat dengan syaitan sang penggoda dibanding dengan PenciptaNya, mereka lebih menggunakan nafsu mereka dibanding hati dan pikiran mereka yang jernih. Sungguh malang sekali nasib bagi mereka yang diberi sanksi oleh sng Pencipta untuk tinggal di neraka dengan memperoleh siksaan atas perbuatan yang harus mereka pertanggungjawabkan semasa didunia......
Naudzubillahimindzalik...semoga kita bukan termasuk penghuni orang – orang yang ada dineraka....
Bersihkan diri sucikan hati dari semua penyakit hati bersujud dan berimanlah hanya kepada Allah dengan menjahui segala laranganNya dan menjalankan segala perintah Nya kelak InsyaAllah surga akan menghampiri kita ....
Amieen............

Sunday, December 13, 2009

bahasa sehat dan bahasa sakit

Bahasa sehat dan bahasa sakit
Di bumi ini semua manusia mempunyai bahasa, pemilikan bahasa konseptual ini membedakan manusia dengan yang lainnya yang ada di alam semesta. Dan dalam kehidupan dikenal Ada istilah bahasa sehat dan bahasa sakit. Menurut sepengetahuan saya bahasa sehat adalah bahasa formal sifatnya normatif biasanya sesuai dengan kaidah yang berlaku, dan penggunaanny pun formal. Sedangkan bahasa sakit yaitu bahasa – bahasa plesetan yang biasa digunakan dalam situasi non formal bisa dikatakan bahasa gaul. Bahasa tentu sangat erat kaitannya dengan filsafat, berfilsafat pun kita menggunakan permainan bahasa dalam filsafat banyak sekali bahasa yang memiliki makna tersirat, orang – orang filsafat pun berkarya dengan menggunakan bahasa nya sendiri baik bahasa sakit maupun bahasa sehat. orang yang tidak tahu bahasa sebenar benar mereka tidak bisa berfilsafat.....

Bersatunya awal dan akhir
Sesungguhnya saya sendiri tidak bisa mendeteksi awal dan akhir karena belum tentu apa yang saya sebut awal itu benar – benar awal sedangkan yang akhir itu benar – benar akhir. Bisa juga yang saya katakan awal itu justru akhir. Bayi yang baru lahir pun belum tentu bisa dikatakan sebagai awal kelahiran karena sebelumnya pun di alamnya dia juga sudah merasakan kehidupan......pada saat adam diturunkan ke bumi itulah awal dari kehidupan manusia.....dan tiba saatnya kiamat itulah akhir dari kehidupan manusia dan menjadi awal dari kehidupan di akhirat. Orang mati pun belum tentu itu akhir dari segalanya karen dialam lain pun mereke masih mempertanggung jawabkan perbuatan yang telah dilakukan selama diakihrat. Jadi sesungguhnya hanya Allah yang tahu kapan bersatunya awal dan akhir..... Allahualam....