Saturday, December 26, 2009

Setetes Harapan
Terbuka mata ini, ada selembar cahaya
Terpancar dari sudut yang putih
Itulah awal ketika semua terlahir kembali
Hanya ditemani sebongkah harap
Dan itulah satu-satunya tumpuan yang digenggam

Semuanya berawal dari sini…
Menempuh perjalanan yang begitu panjang
Bersama jerit luka dan canda haru
Betapa malang anak diseberang jalan
Adakah kita harus serupa mereka?

Banyak timbang-timbang yang harus ditimbang
Harus ada koreksi untuk pembenaran
Dan, kemudian dicoret diberi warna merah

Bermula dari satu titik kehidupan
Untuk merenta jalan yang bertingkat
Bagai sebuah tangga, harus melewati beribu anak tangga

Lelah….
Tak sedikit yang harus dihadapi
Dalam kungkungan sebuah doa
Terbentang lambaian bernaung

Atas permadani ini…
Masih bersih, terlipat rapi
Lama tak tersentuh airmata munajatMu
Jaga hati ini agar selalu memegang teguh amanahMu

1 comment:

  1. Ass..Sdri Vivin..harapan adalah sebuah potensi. Bagaimana anda bisa menjelaskan bahwa harapan juga sebuah vitalitas?

    ReplyDelete