Ontologi Diri
Aku masih terduduk dalam tafakur
Terbentang diatas sajadah hijau itu
Memuji segala asma yang paling tinggi derajatnya
Kesalahan dan dosa melebur dalam khusyuk
Menatap keatap persinggahan
Berjajar dalam guritan logika
Domba berbicara tentang persimpangan
Tentang Tuhan, manusia dan agama
Masih aku pandangi malam ini
Dalam hati bersembunyi
Menutup segala penjuru yang menusukku
Aku biarkan diri ini masuk dalam hidup baru
Jadilah penopang ketika aku akan tergelincir
Aku ingin tetap merasa mesra bersamaMu
Ingin tetap mengecap nikmatnya anugrah cintaMu
Tetapkan aku dalam sebuah lubang, dimana aku harus berdiri
Menghadapi serigala sendiri
Menantang alam menepi
Bercengkrama dengan semua ini
Dosa ini melekat pada keagungan
Mengumpan meneriakkan segala keputusan
Tapi aku ingin belajar
Belajar untuk lebih mencintaiMu
Belajar untuk mengerti tentang apa yang telah engkau takdirkan
Ya Robb, bersandinglah
Agar aku bisa mempersembahkan secawan syukur
Melantunkan bait-bait pada malam ayam berkokok
Sepertiga malam yang telah Kau janjikan
Meremas dosa
Membuang noda
Membersihkan diri
Berharap linangan ini sebagai penghapusnya
Saturday, December 26, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

Ass..Sdri Vivin..diriku, pikiranku, perasaanku,...jika yang ada dan yang mungkin ada dari semua ku, ..apakah sudah menjawab ontologi diri?
ReplyDelete